Profil Pendidikan Irjen Asep Edi Suheri, Sosok Baru di Polda Metro Jaya


HAIJOGJA.COM – Mutasi besar terjadi di tubuh Polri. Irjen Asep Edi Suheri kini resmi menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya yang baru, menggantikan Irjen Karyoto.
Penunjukan ini tertuang dalam Surat Telegram bernomor ST/1764/VIII/KEP/2025 yang ditandatangani oleh AS SDM Polri, Irjen Anwar.
Sebelum dipercaya memimpin Polda Metro Jaya, Irjen Asep menjabat sebagai Wakil Kepala Bareskrim Polri (Wakabareskrim).
Sementara itu, Irjen Karyoto kini mendapat tugas baru sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.
Lalu, siapa sebenarnya sosok Irjen Asep Edi Suheri? Seperti apa latar belakang pendidikannya?
Irjen Asep Edi Suheri lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 16 November 1971.
Ia merupakan putra dari seorang purnawirawan TNI AD, Letkol Inf (Purn) Anumerta A. Sukmana.
Masa sekolah menengah ia habiskan di Kota Cirebon, sebelum akhirnya menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus pada tahun 1994.
Karier Irjen Asep di kepolisian terbilang panjang dan beragam. Berikut ini jejak langkahnya di berbagai posisi penting:
Dengan rekam jejak yang panjang di bidang reserse dan berbagai posisi strategis, Irjen Asep dikenal sebagai sosok perwira yang matang pengalaman dan siap mengemban tanggung jawab baru di Ibu Kota.
Irjen Asep Edi Suheri dikenal sebagai perwira Polri yang sarat pengalaman dan banyak menorehkan prestasi.
Mengutip laporan dari Antara, berikut sejumlah pencapaian penting yang pernah diraihnya sepanjang karier:
Saat bertugas di Sukabumi, Irjen Asep berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 95 imigran gelap asal Timur Tengah yang berencana menyeberang ke Pulau Christmas, Australia, lewat jalur laut.
Saat menjabat di Tangerang, ia mendapat apresiasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang karena mengeluarkan kebijakan tegas kepada para Kapolsek agar tidak memberikan izin hiburan dangdut yang menampilkan biduan berpakaian tidak senonoh.
Irjen Asep sukses mengungkap kasus penipuan siber lintas negara melalui skema email palsu (BEC – Business Email Compromise), yang menyebabkan kerugian hingga Rp 82 miliar.
Ia menangani kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari Doni Salmanan, seorang crazy rich asal Bandung, yang menipu melalui aplikasi investasi bodong.
Di tahun yang sama, ia juga menyelesaikan penyidikan kasus ujaran kebencian bermuatan SARA terkait Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dengan tersangka Edy Mulyadi.
Polri menugaskan Irjen Asep sebagai Ketua Satgas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di tingkat Mabes Polri.
Ia juga dipercaya memimpin Satgas Antimafia Bola dan berhasil membongkar kasus suap pengaturan skor (match fixing) pada laga Liga 2 antara dua klub yang berlangsung pada November 2018.
Irjen Asep kembali menunjukkan ketegasannya dengan mengungkap jaringan perjudian online yang menjadi perhatian publik.
Rekam jejak ini menunjukkan komitmen Irjen Asep dalam menjaga hukum dan ketertiban, baik di dunia nyata maupun ranah digital.